Andriyas4223′s Weblog


proyek akhir
June 9, 2008, 9:18 am
Filed under: Uncategorized

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Novian ,           Agung,  11 Aplikasi Windows Dengan Visual Basic Entrerprise , Penerbit   PT. Alex  Media  Kompetindo Gramedia  ,  Jakarta  2007 .

Jogianto ,          Analisis dan Desain Sistim Informasi , Andi Offset , Yogyakarta , 2003 .

Jogiant ,            HM ( 1993 ) Analisa Dan Disain Sistim Informasi , Andi Offset ,

                        Yogyakarta .

Yung ,              Kok , Membangun Database Dengan Visual Basic 6.0 dan Perintah SQL ,  Penerbit PT. Alex Media Kompetindo Gramedia , Jakarta 2002 .

Putra ,              Rahmad , The Best Source Code Visual Basic , Penerbit  PT . Alex Media  Kompetindo Gramedia , Jakarta 2007 .

Premana ,         W.Hengky , Kunci Sukses Aplikasi Inventory Berbasis Acces 2003 ,

                        Penerbit PT Alex Media Kompetindo Gramedia , Jakarta 2006 .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



proyek akhir
June 9, 2008, 9:18 am
Filed under: Uncategorized

BAB V

PENUTUP

 

A.     Kesimpulan

Setelah penulis melakukan pembahasan tentang pengolahan data kepegawaian pada Balai Diklat Keagamaan Padang , maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1.  
    1. Dengan memakai sistem yang penulis terapkan maka pengolahan data

akan lebih mudah dan cepat  dalam pelayanan pada pegawai .

                  2.   Dengan memakai bahasa pemograman Visual Basic 6.0, maka pengolahan 

            data kepegawaian pada Balai Diklat Keagamaan Padang sedikit banyak

            akan terbantu .

  1.  
    1. Semoga sistem yang baru ini akan meningkatkan efesiensi kerja pegawai

dalam pengolahan data kepegawaian .

B.  Saran

            Dengan adanya sistem yang baru ini, akan meminimumkan kesulitan dalam penerapan . Maka disini ditujukan beberapa saran yang berhubungan dengan pengembangan sistem untuk selanjutnya dan sebagai upaya peningkatan pelayanan pada

masa datang yaitu :

            1. Menyediakan komputer dan peralatan pendukung lainnya yang akan digunakan

                sesuai dengan spesifikasi program yang akan diterapkan pada Balai Diklat

                 Keagamaan Padang .

            2. Penulis menyarankan agar para personil ( SDM ) yang akan mengoperasikan

                sistem yang baru tersebut diberi pelatihan atau trening terhadap cara 

                penggunaan sistem tersebut .

            3. Sebaiknya menyiapkan tenaga pelaksana komputer yang mampu memperbaiki

                dan menyempurnakan sistem baru tersebut demi kelancaran pekerjaan pada

                 masa mendatang .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



proyek akhir
June 9, 2008, 9:01 am
Filed under: Uncategorized

         1. Himpunan entitas kuat ( strong entity set ) kunci utama himpunan entitas menjadi  kunci utama relasi .

         2. Himpunan entitas lemah ( week entity set )

             a. Atribut-atribut di himpunan entitas lemah .

             b. Kunci utama himpunan entitas kuat dimana himpunan entitas lemah

                 bergantung.

3.      Himpunan relation ship

Gabungan kunci utama dari himpunan antitas yang berpartisipasi menjadi superkey dari relasi. Jika relationship adalah banyak ke banyak maka superkey

ini juga bertindak sebagai kunci utama.

4.      Tabel yang dikombinasikan

Himpunan relationship banyak ke satu dengan table / relasi yang berisi atribut –

Atribut dari A dan B dapat direpresentasikan dengan table yang berisi atribut –

Atribut A dengan relationship jika ada. Kunci utama dari entitas banyak menjadi

kunci utama relasi.

5.      Atribut bernilai banyak ( multivalued attributes )

Attribut bernilai banyak M dipresentasi dengan tabel yang berisi kunci utama dari

himpunan entitas menjadi kunci utama relasi .  

 

3. Sistem Informasi Menajemen

            Sistim Informasi menajemen merupakan penerapan sistim informasi didalam

    organisasi untuk mendukung informasi – informasi yang dibutuhkan oleh semua

    tingkatan menajemen.

            Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari sistim informasi menajemen ,

    menurut George M Scott, dalam bukunya Principles Of Manajemen Informasi System,

    yang diterjemahkan oleh Jogiyanto, HM : “ SIM adalah kumpulan dari interaksi-

    interaksi sistem-sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan

    menejer maupun kebutuhan operasi ( 1986 : 66 )”.

            Menurut Gordon B Davis dalam bukunya Manajement Informasi System

   Conceptul Foundation Structure and Manajement yang diterjemahkan oleh

   Jogiyanto, HM : SIM  adalah system manusia mesin yang menyediakan informasi

   untuk mendukung informasi untuk mendukung operasi menajemen dan fungsi

   pengambilan keputusan dari suatu organisasi ( 1974 : 5 ) “.

            Dalam beberapa defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa SIM adalah kumpulan

   dari interaksi sistem – sistem  informasi yang saling berkaitan dan berkerjasama untuk

   dapat menghasilkan suatu informasi yang berguna bagi semua tingkat manajemen.

            SIM merupakan suatu sistim yang melakukan fungsi – fungsi untuk menyediakan

   semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisai. Semua sistem – sistem

   informasikan untuk memberikan informasi kepada semua tingkat manajemen yaitu

   manajemen tingkat bawah ( Low Level Management ), Tingkat menengah ( Middle

   Management )  dan Manajemet tingkat atas (  Top Level Management ) .

a. Sirklus Informasi

            Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian   menerima informasi tersebut membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain akan diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu sirklus. Sirklus ini oleh Jhon Burch disebut dengan  sirklus informasi (  Information Cycle ) yang disebut juga dengan sirklus pengolahan data ( Data Processing Cycle ) .     

SIKLUS INFORMASI

( Informasi  Cycle )

Proses ( Model )

 

Input ( Data )

Dasar Data

Output

( Informasi )

Penerima

Hasil ( Diterima )

Keputusan Tindakan

Data

( Diterima )

Gambar Sirklus 3.B.1

 

            Data diperoleh dari database dan diproses dengan menggunakan model yang menghasilkan output sebagai informasi yang berguna bagi pengguna dalam mengambil keputusan  untuk melakukan suatu tindakan yang hasilnya merupakan data yang sudah dikumpulkan yang merupakan input untuk selanjutnya.

b. Peranan Sistem Informasi Bagi Manajemen

            Sistem informasi dimaksud untuk memberikan informasi kepada semua tingkat Manajemen yaitu manajemen tingkat atas, menengah dan bawah. Upaya informasi  dihasilkan oleh suatu sistem informasi dapat berguna bagi manajemen, maka analisis  sistem harus mengetahui kebutuhan – kebutuhan informasi yang diinginkan. Untuk  maksud ini, maka analisis system harus memahami terlebih dahulu apa kegiatan dari manajemen untuk masing – masing tipe informasi yang diharapkan dapat berguna sesuai dengan kebutuhan masing – masing tingkatan manajemen.

c. Tinjauan Tentang Visual Basic

            Visual basic pada dasarnya adalah sebuah bahasa pemograman komputer. Bahasa  pemograman adalah perintah – perintah atau intruksi yang dimengerti oleh komputer  untuk melakukan tugas – tugas tertentu. Visual basic kini seakan – akan menjadi kiblat bagi software develover, dan menjadi salah satu bahasa yang wajib yang  dipelajari oleh beberapa kalangan, jika mereka ingin sukses di dunia komputer. Visual basic selain disebut sebagai bahasa pemograman, juga sering disebut juga sebagai sarana ( tool ) untuk menghasilkan program – program aplikasi berbasis   windows.

 

 

 

 Beberapa kemampuan dan manfaat dari visual basic diantaranya seperti :

  1. Untuk membuat program aplikasi berbasis windows.
  2. Untuk membuat objek – objek pembantu program seperti misalnya control ActiveX, file Help aplikasi Internet, dan sebagainya.
  3. Menguji program ( debugging ) dan menghasilkan program akhir berakhiran EXE

yang bersifat executable, atau dapat lansung dijalankan.

 

 

      Visual basic pada dasarnya adalah bahasa yang sebenarnya cukup mudah untuk dipelajari. Bagi programer pemula yang baru ingin belajar pemograman, lingkungan visual basic dapat membantu membuat program berbasis windows dengan sekejap mata.

Sedangkan bagi programer tingkat lanjut, kemampuanya yang besar dapat digunakan untuk membuat program – program yang kompleks, misalnya seperti dalam lingkungan

networking atau client – server .

            Bahasa visual basic cukup sederhana dan menggunakan kata – kata bahasa inggris yang umum digunakan. Didalam visual basic tidak perlu lagi menghapal sintak – sintak tinggal ambil sesuai kebutuhan.         

            Visual basic merupakan salah satu bahasa pemograman paling terkenal tetapi juga

paling mudah dan menyenangkan. Walaupun tanpa memiliki keahlian pemograman sebelumnya, jika kita mampu menjelajahi Windows dengan baik, kita akan segera dapat dengan mudah mengembangkan aplikasi dengan visual basic. Bahkan keahlian dasar yang dibutuhkan didalam visual basic hanyalah mengklik mouse, mengatur jendela, dan

memilih menu saja.

            Sejak dikembangkan pada tahun 80-an, visual basic kini telah mencapai versi yang ke-6. Keistimewaan utama dari visual basic 6 ini diantaranya seperti :

  1. Menggunakan platform pembuatan program yang diberi nama Developer Studio, yang memiliki tampilan dan sarana yang sama dengan C++ dan Visual  J++. Dengan begitu kita dapat bermigrasi atau belajar dari nol lagi.
  2. Memiliki complier andal yang dapat menghasilkan file executable yang lebih cepat dan lebihk efesien dari sebelumnya.
  3. Memiliki beberapa tambahan sarana wizard yang baru. Wizard adalah sarana yang mempermudah di dalam pembuatan aplikasi dengan mengotomasikan tugas-

tugas tertentu.

  1. Tamabahan kontrol baru yang lebih canggih serta peningkatan struktur bahasa

Visual basic .

  1. Kemampuan membuat ActiveX dan vasilitas internet yang lebih banyak .
  2. Sarana akses data yang lebih cepat dan andal untuk membuat aplikasi database yang bekemampuan tinggi .
  3. Visual basic 6 memiliki beberapa versi atau edisi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya.

Seperti aplikasi – aplikasi lainya, visual basic juga dipasarkan dalam berbagai jenis

atau versi diantaranya.

1.      Standar Edition / learning Edition adalah versi yang sudah mencakup berbagai

saran dasar dari visual basic 6 untuk mengembangka aplikasi.

2.      Profesional edition versi ini memberikan berbagai sarana ekstra yang 

dibutuhkan oleh para programer professional misalnya control – control tambahan, dukungan untuk program internet, compiler untuk membuat file Help, serta sarana pengembangan database yang lebih baik.

3.      Enterprise Edition versi ini dikhususkan untuk para programer yang ingin 

mengembangkan aplikasi remote computing atau client / server. Biasanya versi ini digunakan untuk membuat aplikasi pada jaringan .

 

 

 

 

 

Gambaran Mengenai ADO

            Microsoft untuk dapat mengakses data dari banyak provider disebut Universal Data Access ( UDA ),  dimana tujuannya adalah agar berbagai tipe data dari banyak aplikasi seperti local network , file teks, email, hubungan databases, intranet, dan internet pada beberapa komputer dapat diakses.

            ADO sendiri adalah suatu model database terakhir dan terbaru saat ini dari Microsoft, yang memiliki fungsi sebagai alat untuk menjalankan Universal Data Access

( UDA ), serta bertujuan agar pemograman Visual Basic mengikuti standar OLEDB dalam membuat suatu objek database. OLEDB adalah merupakan suatu standar database yang digunakan sebagai alat penghubung untuk menghubungkan data dari berbagai sumber data . Misalnya penyimpanan data dalam sebuah database , sebuah file teks , atau lembar kerja .

           

 

            Untuk dapat mengakses suatu database ke dalam suatu form harus menggunakan Data Environment . Data Environment adalah suatu penghubung yang memperbolehkan untuk mengatur , menentukan hubungan database dan recordset untuk sebuah proyek dalam suatu lokasi , dimana semua form dan modul dapat dihubungkan secara recordset .

Komponen dalam Data Environment Designer  antara lain :

1.      Conenction disebut juga DEConection berfungsi untuk menetapkan file  

      database mana yang akan diakses atau dihubungkan .

2.  Command disebut juga DECommand merupakan sebuah tabel file sumber  

      data boleh berbentuk sebuah nama tabel atau sebuah  SQL .

3.  Field merupakan tempat data atau informasi dalam suatu kelompok yang sama

     atau sejenis dimasukan .

 

                     Data report merupakan sebuah desain untuk mencetak laporan dimana

          memiliki bahagian-bahagian tersebut adalah :

                        Report Header adalah merupakan bahagian yang umum digunakan

            sebagai judul laporan karena sekali saja ditampilkan diawal report .

Bahagian Page Header merupakan yang muncul pada bahagian header halaman. Jadi laporan ini terdiri atas beberapa halaman dan bahagian ini akan muncul pada setiap header halaman.

Page footer dan report footer bahagian ini mirip dengan page header hanya perbedaan pada bahagian bawah .

Detail merupakan bahagian inti dari laporan yang akan ditampilkan . Bahagian ini nantinya akan memuat seluruh record yang memenuhi syarat untuk ditampilkan .



proyek akhir
June 9, 2008, 8:58 am
Filed under: Uncategorized

Sistim manajemen basisdata atau DBMS ( Database Management System ) adalah  perangkat lunak dalam mendefenisikan, menciptakan, mengolah, mengendalikan pengaksesan basisdata. Fungsi dari basisdata saat ini yang paling penting adalah menyediakan basis untuk sistem informasi manajemen.   

     2. Konsep Database

            Konsep perancangan basis data, terlepas dari masalah yang ditangani dibagi menjadi dua tahapan :

a.       Perancangan basis data secara konseptual.

b.      Perancangan basis data secara logis .

c.       Perancangan basis data secara fasis.

Perancangan basis data secara konseptual merupakan upaya untuk membuat model konseptual ke model basis data yang akan dipakai ( model relasional, hirarki, atau jaringan ). Sebagaimana halnya perancangan basis data secara konseptual, perancangan ini tidak tergantung pada DBMS yang akan dipakai. Perancangan basis data secara logis terkadang disebut juga pemetaan model data.

Basis data secara fasis merupakan tahapan untuk menuangkan perancangan basis data yang bersifat logis menjadi basis data fasis yang  tersimpan pada media penyimpanan eksternal ( yang spesifik terhadapa DBMS yang dipakai .

   a. Relational Database

Dalam merancang basisdata maka kita melakukan pemodelan konseptual

         menggunakan pemodelan ER. Dapat kita mencari kunci utama relasi dari model

         ER yang diperoleh. Cara memperoleh kunci utama ( Primery Key ) yang dapat

         diturunkan dari model ER untuk skema relasi.



proyek akhir
June 9, 2008, 8:56 am
Filed under: Uncategorized

 Data adalah  Fakta mengenai objek, orang, dan lain-lain dan data dinyatakan  dengan nilai ( angka, deretan karakter, atau symbol ).

             Secara tradisional, data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas elemen data, rekaman ( record ) dan berkas ( file ).

             Elemen data adalah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data kepegawaian, elamen data dapat berupa nama  pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan attribut lain yang menyangkut nama seorang  pegawai.

             Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait seperti

    nama, alamat, kota, dan tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah  rekaman. Dalam sistem basis data relasional, rekaman biasa disebut juga tuple atau  baris .            

 Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang  bertipe sama membentuk

    sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu objek .   

             Pengolahan Data adalah pengolahan yang dilakukan untuk mengolah suatu data   untuk menghasilkan informasi sehingga berguna bagi menajemen dalam mengambil

    keputusan.

C. Sistem DataBase

            Basisdata adalah kumpulan data yang secara logic berkaitan dalam

      mempersentasikan fakta secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung

     aplikasi pada sistem tertentu .

     1. Pengertian DBMS ( Database Manegement System )



proyek akhir
June 9, 2008, 8:55 am
Filed under: Uncategorized

BAB II

 

LANDASAN TIORI

 

 

A. Pengertian Kartu Induk Pegawai

            Kartu  Induk Pegawai adalah  alat   penghubung   antara   pegawai  dan  tempat  ia                 

     berkerja. Pada dasarnya kartu induk pegawai berfungsidalam menajemen kepegawaian

     -kepegawaian. Dalam dinas  pemerintahan,   pegawai   negri yang  berkerja  di kantor-

     kantor pemerintahmemiliki kartu induk pegawai.Sehingga dalam berkerja berdasarkan         

     instansi, jabatan, dan golongan pegawai tersebut .

Dalam dinas  pemerintahan  dalam  menyelengarakan kegiatan pegawai negri sipil

     dikelompokan empat kelompok :

1.      Pegawai Negri Sipil Pusat .

2.      Pegawai Negri Sipil Daerah .

3.      Pegawai Negri Sipil Pejabat Negara.

4.      ABRI .

 

Merupakan  tolak  ukur  kinerja  suatu  pegawai  negri  dalam melaksanakan tugas,

       yang menjadi tugasdari bahagian kepagawaian dalam mengolah data pegawai seperti:

1.      Membuat Kartu Induk Pegawai .

2.      Membuat SPPD ( Surat Perintah Perjalanan Dinas )

3.      Membuat DUK ( Daftar Urut Kepangkatan )

 

B. Pengertian Sistem, Data, dan Pengolahan Data

             Sistem adalah suatu komponen yang saling berkaitan dan saling berkerja sama  dalam menentukan suatu pekerjaan atau rancangan untuk dikomunikasikan.



proyek akhir
June 9, 2008, 8:53 am
Filed under: Uncategorized

     Pada penulisan tugas akhir ini tujuan penulis adalah :

1.      Sebagai tolak ukur dari pengembangan ilmu secara teoritis dan penerapan secara

praktik.

2.      Menambah cakrawala berfikir bagi penulis .

3.      Sebagai syarat dalam menyelesaikan Tugas Akhir .

F. Metodologi

            Untuk penulisan tugas yang lebih baik dan hasil yang diperoleh sesuai dengan

    harapan sehingga data yang diperlukan dengan lengkap dan akurat, maka penulis

    melakukanya dengan metode penulisan :

1.      Observasi ( penelitian kelapangan )

Pada metode penulisan lansung  turun kelapangan pada Kantor Balai Diklat Keagamaan Padang untuk memperoleh data yang diinginkan melalui wawancara

kepada salah satu pegawai .

2.      Peninjauan Keperpustakaan

Pada tahap ini untuk memperoleh informasi yang lebih baik maka penulis melakukan penelitian keperpustakaan .

G. Sistimatika Penulisan

            Adapun sistimatikan penulisan adalah  sebagai berikut :

      BAB I    PENDAHULUAN

                    Pada bab ini menjelaskan tentang  latar belakang penulisan judul, perumusan

                    masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, sistimatika penulisan, ruang

                    lingkup, dan metodelogi penelitian .

       BAB II LANDASAN TIORI



proyek akhir
June 9, 2008, 8:52 am
Filed under: Uncategorized

Pada bab ini di jelaskan  tentang pengertian, serta syarat pembuatan Kartu

                    Induk  Pegawai, Sistim Informasi Menajemen dan sekilas tentang bahasa

                    Pemograman Visual Basic .

       BAB III ANALISA SISTEM

          Pada penulisan bab ini menjelaskan tentang sistim yang sedang berjalan

                      dan perancangan sistim baru yang akan diterapkan oleh penulis dengan

                      menggunakan tahap disain global, disain terinci serta listening program.

        BAB IV PERANCANGAN SISTEM 

                       Pada penulisan bab ini menjelaskan tentang sistem yang sedang berjalan

                      dan merancang system yang baru yang akan diterapkan oleh penulis

                      dengan menggunakan tahap rancangan global, rancangan terinci, rancangan

                      output, rancangan input, rancangan file, rancangan proses.   

         BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

                      Disini penulis memberikan kesimpulan dan saran .   

 

 



proyek akhir
June 9, 2008, 8:51 am
Filed under: Uncategorized

Pada penulisan tugas akhir ini tujuan penulis adalah :

1.      Sebagai tolak ukur dari pengembangan ilmu secara teoritis dan penerapan secara

praktik.

2.      Menambah cakrawala berfikir bagi penulis .

3.      Sebagai syarat dalam menyelesaikan Tugas Akhir .

F. Metodologi

            Untuk penulisan tugas yang lebih baik dan hasil yang diperoleh sesuai dengan

    harapan sehingga data yang diperlukan dengan lengkap dan akurat, maka penulis

    melakukanya dengan metode penulisan :

1.      Observasi ( penelitian kelapangan )

Pada metode penulisan lansung  turun kelapangan pada Kantor Balai Diklat Keagamaan Padang untuk memperoleh data yang diinginkan melalui wawancara

kepada salah satu pegawai .

2.      Peninjauan Keperpustakaan

Pada tahap ini untuk memperoleh informasi yang lebih baik maka penulis melakukan penelitian keperpustakaan .

G. Sistimatika Penulisan

            Adapun sistimatikan penulisan adalah  sebagai berikut :

      BAB I    PENDAHULUAN

                    Pada bab ini menjelaskan tentang  latar belakang penulisan judul, perumusan

                    masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, sistimatika penulisan, ruang

                    lingkup, dan metodelogi penelitian .

       BAB II LANDASAN TIORI



proyek akhir
June 9, 2008, 8:49 am
Filed under: Uncategorized

Diharapkan dengan terkomputerisasi ini kesulitan-kesulitan yang selama ini dirasa dalam pembuatan Kartu Induk Pegawai dapat teratasi dan keamanan data dapat terjaga serta dapat digunakan kapan saja. 

B. Identifikasi Masalah

            Berdasarkan observasi pada Kantor Balai Diklat Keagamaan Padang maka

     masalah yang di identifikasi oleh penulis sebagai berikut :

1. Program aplikasi bagaimana yang dapat kita rancang agar pengolahan data    

    Kartu Induk Pegawai lebih efektif dan efesien .

2. Ditemukan berbagai kesulitan dalam penyusunan data yang diinginkan misal

     letak tidak beraturan .

C. Perumusan Masalah

            Pada hasil penelitian dan juga masalah yang di identifikasikan, maka masalah

     dapat di rumuskan sebagai berikut :

1. Sistim apakah yang paling cocok untuk pengolahan data kepegawaian pada

    Balai Diklat Keagamaan Padang .

2. Bagaimana pelaksaan terhadap pembuatan kartu induk pegawai .

D. Batasan Masalah

            Agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan baik, maka permasalahan yang

     penulis bahas perlu di terapkan batasan-batasannya terhadap sistim yang diteliti,

     penekanan di lakukan juga dibatasi supaya langkah-langkah pemecahan tidak terlalu

     menyimpang yaitu tentang “ Komputerisasi Pengolahan Data Pembuatan Kartu Induk

     Pegawai Pada Balai Diklat Keagamaan Padang “.

E. Tujuan Penulisan




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.