Filed under: Uncategorized
DAFTAR PUSTAKA
Novian , Agung, 11 Aplikasi Windows Dengan Visual Basic Entrerprise , Penerbit PT. Alex Media Kompetindo Gramedia , Jakarta 2007 .
Jogianto , Analisis dan Desain Sistim Informasi , Andi Offset , Yogyakarta , 2003 .
Jogiant , HM ( 1993 ) Analisa Dan Disain Sistim Informasi , Andi Offset ,
Yogyakarta .
Yung , Kok , Membangun Database Dengan Visual Basic 6.0 dan Perintah SQL , Penerbit PT. Alex Media Kompetindo Gramedia , Jakarta 2002 .
Putra , Rahmad , The Best Source Code Visual Basic , Penerbit PT . Alex Media Kompetindo Gramedia , Jakarta 2007 .
Premana , W.Hengky , Kunci Sukses Aplikasi Inventory Berbasis Acces 2003 ,
Penerbit PT Alex Media Kompetindo Gramedia , Jakarta 2006 .
Filed under: Uncategorized
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan pembahasan tentang pengolahan data kepegawaian pada Balai Diklat Keagamaan Padang , maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
-
- Dengan memakai sistem yang penulis terapkan maka pengolahan data
akan lebih mudah dan cepat dalam pelayanan pada pegawai .
2. Dengan memakai bahasa pemograman Visual Basic 6.0, maka pengolahan
data kepegawaian pada Balai Diklat Keagamaan Padang sedikit banyak
akan terbantu .
-
- Semoga sistem yang baru ini akan meningkatkan efesiensi kerja pegawai
dalam pengolahan data kepegawaian .
B. Saran
Dengan adanya sistem yang baru ini, akan meminimumkan kesulitan dalam penerapan . Maka disini ditujukan beberapa saran yang berhubungan dengan pengembangan sistem untuk selanjutnya dan sebagai upaya peningkatan pelayanan pada
masa datang yaitu :
1. Menyediakan komputer dan peralatan pendukung lainnya yang akan digunakan
sesuai dengan spesifikasi program yang akan diterapkan pada Balai Diklat
Keagamaan Padang .
2. Penulis menyarankan agar para personil ( SDM ) yang akan mengoperasikan
sistem yang baru tersebut diberi pelatihan atau trening terhadap cara
penggunaan sistem tersebut .
3. Sebaiknya menyiapkan tenaga pelaksana komputer yang mampu memperbaiki
dan menyempurnakan sistem baru tersebut demi kelancaran pekerjaan pada
masa mendatang .
Filed under: Uncategorized
1. Himpunan entitas kuat ( strong entity set ) kunci utama himpunan entitas menjadi kunci utama relasi .
2. Himpunan entitas lemah ( week entity set )
a. Atribut-atribut di himpunan entitas lemah .
b. Kunci utama himpunan entitas kuat dimana himpunan entitas lemah
bergantung.
3. Himpunan relation ship
Gabungan kunci utama dari himpunan antitas yang berpartisipasi menjadi superkey dari relasi. Jika relationship adalah banyak ke banyak maka superkey
ini juga bertindak sebagai kunci utama.
4. Tabel yang dikombinasikan
Himpunan relationship banyak ke satu dengan table / relasi yang berisi atribut –
Atribut dari A dan B dapat direpresentasikan dengan table yang berisi atribut –
Atribut A dengan relationship jika ada. Kunci utama dari entitas banyak menjadi
kunci utama relasi.
5. Atribut bernilai banyak ( multivalued attributes )
Attribut bernilai banyak M dipresentasi dengan tabel yang berisi kunci utama dari
himpunan entitas menjadi kunci utama relasi .
3. Sistem Informasi Menajemen
Sistim Informasi menajemen merupakan penerapan sistim informasi didalam
organisasi untuk mendukung informasi – informasi yang dibutuhkan oleh semua
tingkatan menajemen.
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian dari sistim informasi menajemen ,
menurut George M Scott, dalam bukunya Principles Of Manajemen Informasi System,
yang diterjemahkan oleh Jogiyanto, HM : “ SIM adalah kumpulan dari interaksi-
interaksi sistem-sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan
menejer maupun kebutuhan operasi ( 1986 : 66 )”.
Menurut Gordon B Davis dalam bukunya Manajement Informasi System
Conceptul Foundation Structure and Manajement yang diterjemahkan oleh
Jogiyanto, HM : SIM adalah system manusia mesin yang menyediakan informasi
untuk mendukung informasi untuk mendukung operasi menajemen dan fungsi
pengambilan keputusan dari suatu organisasi ( 1974 : 5 ) “.
Dalam beberapa defenisi tersebut dapat disimpulkan bahwa SIM adalah kumpulan
dari interaksi sistem – sistem informasi yang saling berkaitan dan berkerjasama untuk
dapat menghasilkan suatu informasi yang berguna bagi semua tingkat manajemen.
SIM merupakan suatu sistim yang melakukan fungsi – fungsi untuk menyediakan
semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisai. Semua sistem – sistem
informasikan untuk memberikan informasi kepada semua tingkat manajemen yaitu
manajemen tingkat bawah ( Low Level Management ), Tingkat menengah ( Middle
Management ) dan Manajemet tingkat atas ( Top Level Management ) .
a. Sirklus Informasi
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain akan diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu sirklus. Sirklus ini oleh Jhon Burch disebut dengan sirklus informasi ( Information Cycle ) yang disebut juga dengan sirklus pengolahan data ( Data Processing Cycle ) .
SIKLUS INFORMASI
( Informasi Cycle )
|
Proses ( Model ) |
|
Input ( Data ) |
|
Dasar Data |
|
Output ( Informasi ) |
|
Penerima |
|
Hasil ( Diterima ) |
|
Keputusan Tindakan |
|
Data ( Diterima ) |
Gambar Sirklus 3.B.1
Data diperoleh dari database dan diproses dengan menggunakan model yang menghasilkan output sebagai informasi yang berguna bagi pengguna dalam mengambil keputusan untuk melakukan suatu tindakan yang hasilnya merupakan data yang sudah dikumpulkan yang merupakan input untuk selanjutnya.
b. Peranan Sistem Informasi Bagi Manajemen
Sistem informasi dimaksud untuk memberikan informasi kepada semua tingkat Manajemen yaitu manajemen tingkat atas, menengah dan bawah. Upaya informasi dihasilkan oleh suatu sistem informasi dapat berguna bagi manajemen, maka analisis sistem harus mengetahui kebutuhan – kebutuhan informasi yang diinginkan. Untuk maksud ini, maka analisis system harus memahami terlebih dahulu apa kegiatan dari manajemen untuk masing – masing tipe informasi yang diharapkan dapat berguna sesuai dengan kebutuhan masing – masing tingkatan manajemen.
c. Tinjauan Tentang Visual Basic
Visual basic pada dasarnya adalah sebuah bahasa pemograman komputer. Bahasa pemograman adalah perintah – perintah atau intruksi yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas – tugas tertentu. Visual basic kini seakan – akan menjadi kiblat bagi software develover, dan menjadi salah satu bahasa yang wajib yang dipelajari oleh beberapa kalangan, jika mereka ingin sukses di dunia komputer. Visual basic selain disebut sebagai bahasa pemograman, juga sering disebut juga sebagai sarana ( tool ) untuk menghasilkan program – program aplikasi berbasis windows.
Beberapa kemampuan dan manfaat dari visual basic diantaranya seperti :
- Untuk membuat program aplikasi berbasis windows.
- Untuk membuat objek – objek pembantu program seperti misalnya control ActiveX, file Help aplikasi Internet, dan sebagainya.
- Menguji program ( debugging ) dan menghasilkan program akhir berakhiran EXE
yang bersifat executable, atau dapat lansung dijalankan.
Visual basic pada dasarnya adalah bahasa yang sebenarnya cukup mudah untuk dipelajari. Bagi programer pemula yang baru ingin belajar pemograman, lingkungan visual basic dapat membantu membuat program berbasis windows dengan sekejap mata.
Sedangkan bagi programer tingkat lanjut, kemampuanya yang besar dapat digunakan untuk membuat program – program yang kompleks, misalnya seperti dalam lingkungan
networking atau client – server .
Bahasa visual basic cukup sederhana dan menggunakan kata – kata bahasa inggris yang umum digunakan. Didalam visual basic tidak perlu lagi menghapal sintak – sintak tinggal ambil sesuai kebutuhan.
Visual basic merupakan salah satu bahasa pemograman paling terkenal tetapi juga
paling mudah dan menyenangkan. Walaupun tanpa memiliki keahlian pemograman sebelumnya, jika kita mampu menjelajahi Windows dengan baik, kita akan segera dapat dengan mudah mengembangkan aplikasi dengan visual basic. Bahkan keahlian dasar yang dibutuhkan didalam visual basic hanyalah mengklik mouse, mengatur jendela, dan
memilih menu saja.
Sejak dikembangkan pada tahun 80-an, visual basic kini telah mencapai versi yang ke-6. Keistimewaan utama dari visual basic 6 ini diantaranya seperti :
- Menggunakan platform pembuatan program yang diberi nama Developer Studio, yang memiliki tampilan dan sarana yang sama dengan C++ dan Visual J++. Dengan begitu kita dapat bermigrasi atau belajar dari nol lagi.
- Memiliki complier andal yang dapat menghasilkan file executable yang lebih cepat dan lebihk efesien dari sebelumnya.
- Memiliki beberapa tambahan sarana wizard yang baru. Wizard adalah sarana yang mempermudah di dalam pembuatan aplikasi dengan mengotomasikan tugas-
tugas tertentu.
- Tamabahan kontrol baru yang lebih canggih serta peningkatan struktur bahasa
Visual basic .
- Kemampuan membuat ActiveX dan vasilitas internet yang lebih banyak .
- Sarana akses data yang lebih cepat dan andal untuk membuat aplikasi database yang bekemampuan tinggi .
- Visual basic 6 memiliki beberapa versi atau edisi yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya.
Seperti aplikasi – aplikasi lainya, visual basic juga dipasarkan dalam berbagai jenis
atau versi diantaranya.
1. Standar Edition / learning Edition adalah versi yang sudah mencakup berbagai
saran dasar dari visual basic 6 untuk mengembangka aplikasi.
2. Profesional edition versi ini memberikan berbagai sarana ekstra yang
dibutuhkan oleh para programer professional misalnya control – control tambahan, dukungan untuk program internet, compiler untuk membuat file Help, serta sarana pengembangan database yang lebih baik.
3. Enterprise Edition versi ini dikhususkan untuk para programer yang ingin
mengembangkan aplikasi remote computing atau client / server. Biasanya versi ini digunakan untuk membuat aplikasi pada jaringan .
Gambaran Mengenai ADO
Microsoft untuk dapat mengakses data dari banyak provider disebut Universal Data Access ( UDA ), dimana tujuannya adalah agar berbagai tipe data dari banyak aplikasi seperti local network , file teks, email, hubungan databases, intranet, dan internet pada beberapa komputer dapat diakses.
ADO sendiri adalah suatu model database terakhir dan terbaru saat ini dari Microsoft, yang memiliki fungsi sebagai alat untuk menjalankan Universal Data Access
( UDA ), serta bertujuan agar pemograman Visual Basic mengikuti standar OLEDB dalam membuat suatu objek database. OLEDB adalah merupakan suatu standar database yang digunakan sebagai alat penghubung untuk menghubungkan data dari berbagai sumber data . Misalnya penyimpanan data dalam sebuah database , sebuah file teks , atau lembar kerja .
Untuk dapat mengakses suatu database ke dalam suatu form harus menggunakan Data Environment . Data Environment adalah suatu penghubung yang memperbolehkan untuk mengatur , menentukan hubungan database dan recordset untuk sebuah proyek dalam suatu lokasi , dimana semua form dan modul dapat dihubungkan secara recordset .
Komponen dalam Data Environment Designer antara lain :
1. Conenction disebut juga DEConection berfungsi untuk menetapkan file
database mana yang akan diakses atau dihubungkan .
2. Command disebut juga DECommand merupakan sebuah tabel file sumber
data boleh berbentuk sebuah nama tabel atau sebuah SQL .
3. Field merupakan tempat data atau informasi dalam suatu kelompok yang sama
atau sejenis dimasukan .
Data report merupakan sebuah desain untuk mencetak laporan dimana
memiliki bahagian-bahagian tersebut adalah :
Report Header adalah merupakan bahagian yang umum digunakan
sebagai judul laporan karena sekali saja ditampilkan diawal report .
Bahagian Page Header merupakan yang muncul pada bahagian header halaman. Jadi laporan ini terdiri atas beberapa halaman dan bahagian ini akan muncul pada setiap header halaman.
Page footer dan report footer bahagian ini mirip dengan page header hanya perbedaan pada bahagian bawah .
Detail merupakan bahagian inti dari laporan yang akan ditampilkan . Bahagian ini nantinya akan memuat seluruh record yang memenuhi syarat untuk ditampilkan .
Filed under: Uncategorized
Sistim manajemen basisdata atau DBMS ( Database Management System ) adalah perangkat lunak dalam mendefenisikan, menciptakan, mengolah, mengendalikan pengaksesan basisdata. Fungsi dari basisdata saat ini yang paling penting adalah menyediakan basis untuk sistem informasi manajemen.
2. Konsep Database
Konsep perancangan basis data, terlepas dari masalah yang ditangani dibagi menjadi dua tahapan :
a. Perancangan basis data secara konseptual.
b. Perancangan basis data secara logis .
c. Perancangan basis data secara fasis.
Perancangan basis data secara konseptual merupakan upaya untuk membuat model konseptual ke model basis data yang akan dipakai ( model relasional, hirarki, atau jaringan ). Sebagaimana halnya perancangan basis data secara konseptual, perancangan ini tidak tergantung pada DBMS yang akan dipakai. Perancangan basis data secara logis terkadang disebut juga pemetaan model data.
Basis data secara fasis merupakan tahapan untuk menuangkan perancangan basis data yang bersifat logis menjadi basis data fasis yang tersimpan pada media penyimpanan eksternal ( yang spesifik terhadapa DBMS yang dipakai .
a. Relational Database
Dalam merancang basisdata maka kita melakukan pemodelan konseptual
menggunakan pemodelan ER. Dapat kita mencari kunci utama relasi dari model
ER yang diperoleh. Cara memperoleh kunci utama ( Primery Key ) yang dapat
diturunkan dari model ER untuk skema relasi.
Filed under: Uncategorized
Data adalah Fakta mengenai objek, orang, dan lain-lain dan data dinyatakan dengan nilai ( angka, deretan karakter, atau symbol ).
Secara tradisional, data diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri atas elemen data, rekaman ( record ) dan berkas ( file ).
Elemen data adalah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Pada data kepegawaian, elamen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan attribut lain yang menyangkut nama seorang pegawai.
Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait seperti
nama, alamat, kota, dan tanggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Dalam sistem basis data relasional, rekaman biasa disebut juga tuple atau baris .
Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk
sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan rekaman data yang berkaitan dengan suatu objek .
Pengolahan Data adalah pengolahan yang dilakukan untuk mengolah suatu data untuk menghasilkan informasi sehingga berguna bagi menajemen dalam mengambil
keputusan.
C. Sistem DataBase
Basisdata adalah kumpulan data yang secara logic berkaitan dalam
mempersentasikan fakta secara terstruktur dalam domain tertentu untuk mendukung
aplikasi pada sistem tertentu .
1. Pengertian DBMS ( Database Manegement System )
Filed under: Uncategorized
BAB II
LANDASAN TIORI
A. Pengertian Kartu Induk Pegawai
Kartu Induk Pegawai adalah alat penghubung antara pegawai dan tempat ia
berkerja. Pada dasarnya kartu induk pegawai berfungsidalam menajemen kepegawaian
-kepegawaian. Dalam dinas pemerintahan, pegawai negri yang berkerja di kantor-
kantor pemerintahmemiliki kartu induk pegawai.Sehingga dalam berkerja berdasarkan
instansi, jabatan, dan golongan pegawai tersebut .
Dalam dinas pemerintahan dalam menyelengarakan kegiatan pegawai negri sipil
dikelompokan empat kelompok :
1. Pegawai Negri Sipil Pusat .
2. Pegawai Negri Sipil Daerah .
3. Pegawai Negri Sipil Pejabat Negara.
4. ABRI .
Merupakan tolak ukur kinerja suatu pegawai negri dalam melaksanakan tugas,
yang menjadi tugasdari bahagian kepagawaian dalam mengolah data pegawai seperti:
1. Membuat Kartu Induk Pegawai .
2. Membuat SPPD ( Surat Perintah Perjalanan Dinas )
3. Membuat DUK ( Daftar Urut Kepangkatan )
B. Pengertian Sistem, Data, dan Pengolahan Data
Sistem adalah suatu komponen yang saling berkaitan dan saling berkerja sama dalam menentukan suatu pekerjaan atau rancangan untuk dikomunikasikan.
Filed under: Uncategorized
Pada penulisan tugas akhir ini tujuan penulis adalah :
1. Sebagai tolak ukur dari pengembangan ilmu secara teoritis dan penerapan secara
praktik.
2. Menambah cakrawala berfikir bagi penulis .
3. Sebagai syarat dalam menyelesaikan Tugas Akhir .
F. Metodologi
Untuk penulisan tugas yang lebih baik dan hasil yang diperoleh sesuai dengan
harapan sehingga data yang diperlukan dengan lengkap dan akurat, maka penulis
melakukanya dengan metode penulisan :
1. Observasi ( penelitian kelapangan )
Pada metode penulisan lansung turun kelapangan pada Kantor Balai Diklat Keagamaan Padang untuk memperoleh data yang diinginkan melalui wawancara
kepada salah satu pegawai .
2. Peninjauan Keperpustakaan
Pada tahap ini untuk memperoleh informasi yang lebih baik maka penulis melakukan penelitian keperpustakaan .
G. Sistimatika Penulisan
Adapun sistimatikan penulisan adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang penulisan judul, perumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, sistimatika penulisan, ruang
lingkup, dan metodelogi penelitian .
BAB II LANDASAN TIORI
Filed under: Uncategorized
Pada bab ini di jelaskan tentang pengertian, serta syarat pembuatan Kartu
Induk Pegawai, Sistim Informasi Menajemen dan sekilas tentang bahasa
Pemograman Visual Basic .
BAB III ANALISA SISTEM
Pada penulisan bab ini menjelaskan tentang sistim yang sedang berjalan
dan perancangan sistim baru yang akan diterapkan oleh penulis dengan
menggunakan tahap disain global, disain terinci serta listening program.
BAB IV PERANCANGAN SISTEM
Pada penulisan bab ini menjelaskan tentang sistem yang sedang berjalan
dan merancang system yang baru yang akan diterapkan oleh penulis
dengan menggunakan tahap rancangan global, rancangan terinci, rancangan
output, rancangan input, rancangan file, rancangan proses.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Disini penulis memberikan kesimpulan dan saran .
Filed under: Uncategorized
Pada penulisan tugas akhir ini tujuan penulis adalah :
1. Sebagai tolak ukur dari pengembangan ilmu secara teoritis dan penerapan secara
praktik.
2. Menambah cakrawala berfikir bagi penulis .
3. Sebagai syarat dalam menyelesaikan Tugas Akhir .
F. Metodologi
Untuk penulisan tugas yang lebih baik dan hasil yang diperoleh sesuai dengan
harapan sehingga data yang diperlukan dengan lengkap dan akurat, maka penulis
melakukanya dengan metode penulisan :
1. Observasi ( penelitian kelapangan )
Pada metode penulisan lansung turun kelapangan pada Kantor Balai Diklat Keagamaan Padang untuk memperoleh data yang diinginkan melalui wawancara
kepada salah satu pegawai .
2. Peninjauan Keperpustakaan
Pada tahap ini untuk memperoleh informasi yang lebih baik maka penulis melakukan penelitian keperpustakaan .
G. Sistimatika Penulisan
Adapun sistimatikan penulisan adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang penulisan judul, perumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, sistimatika penulisan, ruang
lingkup, dan metodelogi penelitian .
BAB II LANDASAN TIORI
Filed under: Uncategorized
Diharapkan dengan terkomputerisasi ini kesulitan-kesulitan yang selama ini dirasa dalam pembuatan Kartu Induk Pegawai dapat teratasi dan keamanan data dapat terjaga serta dapat digunakan kapan saja.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan observasi pada Kantor Balai Diklat Keagamaan Padang maka
masalah yang di identifikasi oleh penulis sebagai berikut :
1. Program aplikasi bagaimana yang dapat kita rancang agar pengolahan data
Kartu Induk Pegawai lebih efektif dan efesien .
2. Ditemukan berbagai kesulitan dalam penyusunan data yang diinginkan misal
letak tidak beraturan .
C. Perumusan Masalah
Pada hasil penelitian dan juga masalah yang di identifikasikan, maka masalah
dapat di rumuskan sebagai berikut :
1. Sistim apakah yang paling cocok untuk pengolahan data kepegawaian pada
Balai Diklat Keagamaan Padang .
2. Bagaimana pelaksaan terhadap pembuatan kartu induk pegawai .
D. Batasan Masalah
Agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan baik, maka permasalahan yang
penulis bahas perlu di terapkan batasan-batasannya terhadap sistim yang diteliti,
penekanan di lakukan juga dibatasi supaya langkah-langkah pemecahan tidak terlalu
menyimpang yaitu tentang “ Komputerisasi Pengolahan Data Pembuatan Kartu Induk
Pegawai Pada Balai Diklat Keagamaan Padang “.
E. Tujuan Penulisan